BUBUR SURO KANJENG SUNAN KUDUS, FILOSOFI DAN KULINER BUDAYA LOKAL

Indonesia negara yang majemuk dengan banyak dijumpai aneka ragam budaya. Diantara berbagai budaya tersebut ada hubungannya dengan peringatan-peringatan keagamaan salah satunya adalah dalam memperingati Tahun Baru Jawa Islam yang digagas oleh Sultan Agung Mataram Islam. Dalam peringatan tahun baru Jawa Islam ini lebih sering dikenal dengan Suronan karena seperti halnya Tahun Baru Masehi yang diawali dengan bulan Januari, Tahun Baru Jawa Islam ini diawali dengan bulan Suro. Salah satu budaya yang masih dijumpai meskipun sudah sulit ditemukan adalah Bubur Suro Kanjeng Sunan Kudus di Kota Kudus Jawa tengah.

Bubur suro Kanjeng Sunan Kudus ini hampir setiap tahun dibuat dan dibagikan ke warga sekitar Masjid Sunan Kudus di pusat Kota Kudus Jawa Tengah. Bubur Suro inipun berbeda dengan bubur-bubur pada umumnya karena pembuatan bubur yang secara khusus hanya pada bulan Suro dan juga aneka bumbu-bumbu dapur yang dipakai dalam pembuatan bubur sehingga tercipta rasa yang unik dan berbeda dengan bubur yang lain. Selain itu bubur ini juga mempunyai aneka lauk pelengkap hidangan diatasnya yang biasanya disajikan diatas daun pisang dengan tambahan lauk seperti dadar gulung, tahu, tempe, udang, ikan teri dan lalapan cambah mentah serta jeruk bali.

Filosofi Bubur Suro

Bubur suro yang sudah menjadi budaya dan adat lokal ini selain dimaksudkan menjadi sedekah bumi juga sebagai rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmatnya sehingga masih diberikan Kesehatan, rizqi, dan umur yang Panjang serta agar dalam menjalani kehidupan setahun mendatang diberikan keberkahan yang semakin tambah sesuai Firman Allah SWT:

لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ  

Artinya :Sesungguhnya jika kalian bersyukur akan nikmat-Ku dengan menjalankan ketauhidan dan ketaatan (pasti Kami akan menambah nikmat kepada kalian dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku) apabila kalian ingkar terhadap nikmat-Ku itu dengan berlaku kekafiran dan kedurhakaan niscaya Aku akan menurunkan azab kepada kalian. 


Post a Comment for " BUBUR SURO KANJENG SUNAN KUDUS, FILOSOFI DAN KULINER BUDAYA LOKAL"